JAKARTA — Timnas Indonesia akan memulai perjalanan di FIFA ASEAN Cup 2026 dengan menghadapi Singapura pada laga pembuka Grup A. Pertandingan tersebut dijadwalkan berlangsung di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta, Jumat (25/9/2026).
Pertandingan ini berpotensi menjadi momen penting bagi dua pemain anyar Skuad Garuda, Luke Vickery dan Dion Markx. Keduanya masuk dalam daftar 23 pemain yang dipilih pelatih John Herdman untuk mengikuti turnamen FIFA ASEAN Cup 2026.
Baik Vickery maupun Markx belum pernah mencatatkan penampilan bersama tim senior Indonesia. Karena itu, apabila mendapat kesempatan bermain, laga kontra Singapura dapat menjadi awal perjalanan keduanya bersama Timnas Indonesia.
Kendati demikian, peluang tampil tetap bergantung pada keputusan Herdman. Pelatih asal Inggris tersebut memiliki sejumlah pilihan di setiap posisi sehingga persaingan untuk mendapatkan menit bermain tetap terbuka.
Selain pertandingan pertama, Indonesia masih akan menghadapi Malaysia dan Bangladesh pada fase grup. Dengan jadwal turnamen yang berlangsung cukup padat, kesempatan bagi para pemain yang belum mendapatkan menit bermain juga dapat terbuka sepanjang kompetisi.
Luke Vickery Bawa Opsi di Sektor Sayap
Luke Vickery menjadi salah satu pemain yang menarik perhatian dalam skuad Indonesia untuk FIFA ASEAN Cup 2026. Pemain berusia 20 tahun itu baru memperoleh status Warga Negara Indonesia pada 16 Juli 2026.
Vickery memiliki posisi utama sebagai pemain sayap. Ia dapat bermain di sisi kanan, tetapi juga mampu ditempatkan di sektor kiri. Fleksibilitas tersebut memberikan alternatif bagi Herdman ketika menentukan komposisi lini serang.
Namun, Vickery tetap harus menghadapi persaingan untuk mendapatkan tempat. Di posisi sayap kanan, terdapat Egy Maulana Vikri dan Rizky Eka Pratama yang juga masuk dalam skuad turnamen.
Kondisi tersebut membuat peluang Vickery tampil sebagai starter belum dapat dipastikan. Keputusan akhir sepenuhnya berada di tangan Herdman berdasarkan kebutuhan tim dan strategi yang disiapkan untuk menghadapi Singapura.
Meski demikian, kemampuan bermain di lebih dari satu posisi dapat menjadi salah satu pertimbangan. Dalam sebuah turnamen dengan jadwal pertandingan yang berdekatan, fleksibilitas pemain dapat membantu pelatih melakukan rotasi.
Vickery juga membawa pengalaman dari kompetisi Australia. Ia memperkuat Macarthur FC dan tampil cukup reguler pada musim sebelumnya. Berdasarkan data yang dihimpun ANTARA, Vickery mencatat 24 penampilan di Liga Australia dengan lima gol dan satu assist. Ia juga bermain enam kali di AFC Champions League Two dan menghasilkan dua gol serta dua assist.
Pengalaman tersebut menjadi modal bagi Vickery ketika bergabung dengan Timnas Indonesia. Namun, adaptasi terhadap lingkungan baru dan karakter permainan tim nasional tetap menjadi proses yang harus dijalani.
Jika Herdman memberikan kesempatan, pertandingan melawan Singapura akan menjadi penampilan pertama Vickery dengan seragam senior Indonesia.
Dion Markx Hadapi Persaingan di Lini Belakang
Sementara itu, Dion Markx datang dengan pengalaman yang berbeda. Pemain berusia 21 tahun tersebut berposisi sebagai bek tengah dan saat ini memperkuat Persita Tangerang.
Dion telah berstatus sebagai WNI sejak 8 Februari 2025. Ia mengucapkan sumpah kewarganegaraan di KBRI London bersama Ole Romeny dan Tim Geypens.
Berbeda dengan Vickery, Dion sudah memiliki pengalaman membela Indonesia di kelompok usia. Ia tercatat pernah memperkuat tim nasional kelompok umur U-20, U-22, dan U-23. Namun, kesempatan tampil bersama tim senior belum pernah didapatkannya.
Pemanggilan ke skuad FIFA ASEAN Cup 2026 menjadi kesempatan berikutnya bagi Dion untuk naik ke level senior.
Tantangannya adalah persaingan di sektor pertahanan. Herdman memiliki sejumlah pemain berpengalaman yang dapat ditempatkan di lini belakang, termasuk Jordi Amat, Rizky Ridho, Kevin Diks, Justin Hubner, dan Elkan Baggott.
Kondisi tersebut membuat persaingan mendapatkan tempat di starting XI cukup ketat. Namun, turnamen dengan jadwal pertandingan yang padat dapat membuka ruang bagi rotasi.
Indonesia dijadwalkan memainkan tiga pertandingan fase grup. Setelah menghadapi Singapura, skuad Garuda akan bertemu Malaysia pada 28 September dan Bangladesh pada 1 Oktober. Seluruh pertandingan Grup A Indonesia berlangsung di SUGBK.
Situasi tersebut dapat menjadi kesempatan bagi pemain yang belum mendapatkan menit bermain pada pertandingan pertama.
Herdman Sudah Beri Kesempatan kepada Pemain Muda
Sejak menangani Timnas Indonesia pada awal 2026, John Herdman telah memberikan kesempatan kepada sejumlah pemain untuk menjalani debut di level senior.
Beberapa pemain yang sudah mencatat penampilan perdana pada era Herdman antara lain Matthew Baker, Mitchell Baker, Rizky Eka Pratama, Jens Raven, Tim Geypens, dan Brian Fatari.
Kini, Vickery dan Markx berpeluang mengikuti jejak tersebut.
Keduanya masuk dalam skuad final 23 pemain untuk FIFA ASEAN Cup 2026. Pemanggilan tersebut menunjukkan bahwa Herdman melihat keduanya sebagai bagian dari pilihan yang dapat digunakan selama turnamen.
Namun, masuknya pemain ke dalam skuad tidak otomatis berarti mereka akan langsung mendapatkan menit bermain. Setiap keputusan tetap bergantung pada kebutuhan pertandingan, kondisi pemain, serta strategi yang diterapkan oleh pelatih.
Bagi Vickery, kesempatan tersebut menjadi bagian dari proses adaptasi setelah memperoleh kewarganegaraan Indonesia pada pertengahan 2026. Sementara bagi Dion, pemanggilan ke tim senior menjadi kelanjutan dari perjalanan yang sebelumnya ia jalani bersama tim nasional kelompok umur.
Singapura Jadi Ujian Pertama
Pertandingan melawan Singapura menjadi agenda pertama Indonesia di FIFA ASEAN Cup 2026. Laga tersebut juga akan menjadi kesempatan awal bagi Herdman untuk menentukan komposisi tim setelah persiapan menuju turnamen.
Kehadiran dua pemain yang belum menjalani debut membuat perhatian tertuju pada kemungkinan mereka mendapatkan menit bermain.
Jika Vickery diturunkan, lini serang Indonesia akan mendapatkan tambahan pemain dengan kemampuan bermain di kedua sisi sayap. Fleksibilitas tersebut dapat memberikan variasi dalam permainan.
Sementara itu, jika Dion mendapat kepercayaan, lini belakang Indonesia akan memiliki tambahan opsi untuk menjalankan skema yang diterapkan Herdman.
Namun, Herdman masih memiliki banyak pertimbangan sebelum menentukan susunan pemain. Pengalaman, kondisi fisik, kebutuhan taktik, serta karakter lawan menjadi beberapa faktor yang dapat menentukan pilihan.
Karena itu, debut Vickery dan Markx belum dapat dipastikan pada laga pertama. Keduanya masih memiliki peluang untuk mendapatkan kesempatan pada pertandingan berikutnya apabila belum dimainkan melawan Singapura.
Peluang Terbuka Sepanjang Turnamen
FIFA ASEAN Cup 2026 menggunakan format pertandingan yang memungkinkan para pemain mendapatkan kesempatan tampil sepanjang fase grup. Indonesia masih akan menjalani dua pertandingan setelah menghadapi Singapura.
Situasi tersebut membuat peluang Vickery dan Markx tidak hanya bergantung pada pertandingan pembuka. Jika Herdman melakukan rotasi, keduanya dapat memperoleh kesempatan sesuai kebutuhan tim.
Dion, misalnya, dapat menjadi opsi tambahan di lini pertahanan apabila tim pelatih membutuhkan rotasi. Kepadatan jadwal dapat membuat pengelolaan kondisi pemain menjadi faktor penting.
Hal serupa berlaku bagi Vickery. Kemampuannya bermain di kedua sisi sayap dapat memberikan alternatif ketika Herdman ingin mengubah komposisi lini serang.
Bagi kedua pemain, kesempatan menjalani debut akan menjadi tahap baru dalam perjalanan karier internasional mereka. Vickery baru saja memperoleh status WNI, sedangkan Dion telah melewati proses naturalisasi lebih dari satu tahun lalu dan memiliki pengalaman bersama tim nasional kelompok usia.
Kini, keduanya berada dalam satu skuad senior untuk turnamen yang digelar di hadapan pendukung Indonesia.
FIFA ASEAN Cup 2026 juga menjadi kompetisi baru yang mempertemukan negara-negara Asia Tenggara dalam format yang berada di bawah naungan FIFA. Indonesia tergabung di Grup A bersama Singapura, Malaysia, dan Bangladesh.
Seluruh pertandingan Indonesia pada fase grup akan berlangsung di Jakarta. Kondisi tersebut memberikan peluang bagi pemain untuk merasakan atmosfer pertandingan internasional di hadapan pendukung sendiri.
Menunggu Keputusan John Herdman
Pada akhirnya, keputusan mengenai debut Luke Vickery dan Dion Markx berada di tangan John Herdman. Keduanya telah masuk dalam daftar final pemain Indonesia untuk FIFA ASEAN Cup 2026, tetapi persaingan di posisi masing-masing tetap menjadi tantangan.
Vickery harus bersaing dengan sejumlah pemain di sektor sayap, sementara Dion menghadapi persaingan dengan bek-bek yang lebih berpengalaman di level internasional.
Namun, perjalanan turnamen masih panjang. Tiga pertandingan fase grup memberikan ruang bagi Herdman untuk melakukan rotasi dan memberikan kesempatan kepada pemain sesuai kebutuhan.
Jika salah satu dari mereka tampil, laga tersebut akan menjadi penanda baru dalam karier internasional. Vickery akan mencatat penampilan senior pertamanya untuk Indonesia setelah resmi menjadi WNI pada 2026.
Bagi Dion, debut senior akan melengkapi perjalanan yang sebelumnya telah dimulai melalui tim nasional kelompok usia.
Kini, perhatian tertuju pada laga Indonesia melawan Singapura di SUGBK. Pertandingan tersebut bukan hanya menjadi pembuka perjalanan Garuda di FIFA ASEAN Cup 2026, tetapi juga berpotensi menjadi panggung pertama bagi dua pemain baru Indonesia untuk mencatatkan nama mereka di level senior.
