Persija Jakarta mengawali BRI Super League 2026/2027 dengan catatan sempurna. Tiga pertandingan telah dilalui Macan Kemayoran dan seluruhnya berakhir dengan kemenangan.

Sembilan poin berhasil dikumpulkan Persija setelah mengalahkan Borneo FC dengan skor 1-0 pada pekan pertama, menundukkan Persib Bandung 2-1 pada pertandingan berikutnya, kemudian mengatasi Java United FC 1-0 di pekan ketiga.

Catatan tersebut membuat Persija berada di papan atas klasemen. Namun, manajemen dan tim pelatih tidak ingin torehan sempurna itu membuat para pemain terlena.

Manajer Persija, Ardhi Tjahjoko, meminta skuad Macan Kemayoran menjaga motivasi dan terus mengejar kemenangan pada pertandingan-pertandingan berikutnya. Menurutnya, tiga kemenangan awal harus dipandang sebagai pijakan untuk membangun perjalanan yang lebih panjang, bukan sebagai pencapaian akhir.

Tiga Laga, Tiga Kemenangan

Persija menunjukkan konsistensi sejak pertandingan pertama musim ini.

Borneo FC menjadi lawan pertama yang dihadapi. Bermain di kandang lawan, Persija mampu membawa pulang tiga poin melalui kemenangan tipis 1-0.

Ujian berikutnya tidak kalah berat. Persija harus berhadapan dengan Persib Bandung pada pekan kedua. Duel tersebut berakhir dengan kemenangan 2-1 untuk Macan Kemayoran.

Persija kemudian menjalani pertandingan ketiga menghadapi Java United FC di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar, Bali.

Laga tersebut kembali berakhir dengan skor tipis. Persija menang 1-0 melalui gol Arlyansyah Abdulmanan pada menit ke-13.

Gol tersebut berawal dari serangan melalui sisi sayap. Kerim Memija mengirimkan umpan ke area penalti yang kemudian dimanfaatkan Arlyansyah untuk menaklukkan kiper Java United. Persija mampu mempertahankan keunggulan tersebut hingga pertandingan berakhir.

Hasil itu memastikan Persija menyapu bersih tiga pertandingan pertama.

Catatan tersebut juga menjadi pencapaian tersendiri bagi Macan Kemayoran. Sejak era Indonesia Super League, Persija untuk pertama kalinya mampu memenangi tiga pertandingan pembuka dalam satu musim.

Ardhi Tjahjoko Minta Pemain Tetap Lapar

Start sempurna tentu memberikan modal kepercayaan diri bagi Persija. Namun, manajemen memahami bahwa kompetisi masih sangat panjang.

Ardhi Tjahjoko meminta para pemain tidak berhenti hanya karena telah mengoleksi sembilan poin.

Ia ingin skuad Persija tetap memiliki ambisi untuk meraih kemenangan keempat, kelima, dan seterusnya.

Pesan tersebut menjadi penting karena posisi Persija di klasemen masih dapat berubah sepanjang kompetisi. Tiga kemenangan awal memang memberikan fondasi positif, tetapi konsistensi harus dipertahankan dalam pertandingan berikutnya.

"Jadi, pemain harus tetap lapar untuk meraih kemenangan keempat, kelima, dan seterusnya. Jangan puas dengan pencapaian saat ini," ujar Ardhi.

Pernyataan tersebut menggambarkan pendekatan Persija setelah memulai musim dengan hasil maksimal.

Manajemen tidak ingin para pemain menganggap sembilan poin sebagai alasan untuk menurunkan standar. Sebaliknya, hasil tersebut diharapkan menjadi motivasi untuk mempertahankan performa.

Shin Tae-yong Juga Ingatkan Skuad

Pesan serupa datang dari pelatih Shin Tae-yong.

Pelatih asal Korea Selatan tersebut memberikan apresiasi terhadap kerja keras pemain setelah kemenangan atas Java United. Namun, ia juga mengingatkan bahwa perjalanan Persija masih panjang.

Shin menilai para pemain telah menunjukkan konsentrasi yang baik sampai pertandingan berakhir. Hal itu menjadi salah satu faktor penting yang membuat Persija mampu mempertahankan keunggulan tipis atas Java United.

Meski demikian, Shin tidak ingin tim berhenti berkembang.

Ia meminta para pemain bekerja lebih keras dan menggunakan masa jeda untuk mempersiapkan pertandingan berikutnya dengan lebih baik.

Bagi Shin, kemenangan memang penting, tetapi masih terdapat sejumlah aspek yang perlu diperbaiki.

Salah satunya adalah efektivitas di depan gawang.

Produktivitas Masih Perlu Ditingkatkan

Menariknya, meski Persija memenangi seluruh tiga pertandingan awal, produktivitas mereka belum terlalu tinggi.

Macan Kemayoran baru mencetak empat gol dari tiga pertandingan. Mereka menang 1-0 atas Borneo FC, 2-1 atas Persib, dan 1-0 atas Java United.

Di sisi lain, lini pertahanan menunjukkan performa cukup solid. Persija baru kebobolan satu gol dari tiga laga tersebut.

Situasi ini menjadi salah satu pekerjaan rumah yang ingin diperbaiki Shin.

Pelatih Persija menilai pemain sebenarnya sudah berusaha menciptakan peluang. Namun, penyelesaian akhir masih perlu mendapatkan perhatian lebih agar tim mampu mencetak lebih banyak gol.

Keinginan tersebut penting mengingat level persaingan akan semakin meningkat ketika kompetisi memasuki pekan-pekan berikutnya.

Persija tidak bisa selalu mengandalkan kemenangan dengan margin tipis. Ketika menghadapi lawan yang memiliki kualitas lebih baik atau mampu bertahan dengan disiplin, efektivitas di depan gawang bisa menjadi faktor penentu.

Strategi Mulai Menunjukkan Hasil

Di balik start sempurna tersebut, manajemen Persija melihat adanya perkembangan dalam penerapan strategi yang disiapkan tim pelatih.

Ardhi Tjahjoko menyebut skema yang selama ini dikerjakan dalam sesi latihan mulai bisa diterapkan dengan baik oleh para pemain ketika pertandingan berlangsung.

Hal tersebut menjadi salah satu alasan munculnya rasa percaya diri di dalam tim.

Para pemain tidak hanya memperoleh hasil positif, tetapi juga mulai memahami bagaimana menjalankan rencana permainan yang disiapkan Shin Tae-yong.

"Strategi dan skema yang terus dilatih selama latihan mampu diterapkan dengan baik oleh para pemain," kata Ardhi.

Kondisi itu memberikan dasar positif bagi Persija untuk menghadapi fase kompetisi selanjutnya.

Namun, konsistensi tetap menjadi kata kunci.

Masih Banyak Pertandingan di Depan

Tiga kemenangan dari tiga pertandingan belum menentukan perjalanan Persija pada musim ini.

BRI Super League 2026/2027 masih panjang. Persija masih akan menghadapi banyak lawan dengan karakter dan kekuatan berbeda.

Karena itu, hasil positif pada awal musim perlu diikuti konsistensi.

Persija juga harus mampu mempertahankan kondisi fisik dan mental pemain, terutama ketika kompetisi memasuki periode dengan jadwal pertandingan yang lebih padat.

Masa jeda internasional memberikan kesempatan bagi tim untuk melakukan evaluasi sekaligus mempersiapkan pertandingan berikutnya. Persija baru kembali bermain pada 10 Oktober 2026 dengan menghadapi PSIM Yogyakarta. Jeda tersebut berlangsung sekitar tiga pekan karena agenda Timnas Indonesia di FIFA ASEAN Cup.

Waktu tersebut dapat dimanfaatkan untuk memperbaiki beberapa aspek permainan, terutama penyelesaian akhir.

Persija Belum Mau Berpuas Diri

Start sempurna memberikan Persija modal yang sangat baik. Sembilan poin dari tiga pertandingan sekaligus menunjukkan bahwa tim mampu melewati sejumlah ujian awal dengan hasil maksimal.

Namun, keberhasilan tersebut belum membuat Macan Kemayoran mengubah target menjadi sekadar mempertahankan apa yang sudah didapat.

Pesan dari manajemen dan Shin Tae-yong cukup jelas: para pemain harus tetap lapar.

Kemenangan atas Borneo FC, Persib Bandung, dan Java United harus menjadi bagian awal dari perjalanan panjang Persija di BRI Super League 2026/2027.

Pertahanan yang baru kebobolan satu gol memberikan fondasi positif, sementara lini depan masih memiliki ruang untuk berkembang.

Dengan jeda kompetisi di depan mata, Persija memiliki kesempatan untuk mengevaluasi performa sekaligus mempersiapkan diri menghadapi pertandingan berikutnya.

Satu hal yang pasti, Macan Kemayoran tidak ingin start sempurna tersebut berubah menjadi sumber rasa puas diri. Sembilan poin hanyalah awal, dan konsistensi dalam pertandingan-pertandingan berikutnya akan menjadi ujian sesungguhnya bagi Persija musim ini.