JAKARTA — Timnas Indonesia akan mengawali perjuangannya di Grup A FIFA ASEAN Cup 2026 dengan menghadapi Singapura. Pertandingan tersebut dijadwalkan berlangsung di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta, Jumat (25/9/2026) malam WIB.
Duel ini menjadi pertandingan pembuka bagi skuad Garuda di turnamen tersebut. Indonesia akan bermain di hadapan pendukung sendiri dengan target mengawali fase grup melalui hasil positif.
Menariknya, Indonesia memiliki catatan pertemuan yang cukup baik ketika berhadapan dengan Singapura. Berdasarkan statistik Transfermarkt yang digunakan Bola.net, kedua negara telah bertemu 33 kali dalam catatan pertemuan yang dihimpun, dengan Indonesia meraih 15 kemenangan.
Singapura tercatat memenangkan 11 pertandingan, sedangkan tujuh duel lainnya berakhir imbang.
Catatan tersebut memperlihatkan Indonesia memiliki keunggulan dalam pertemuan yang tercatat pada statistik tersebut. Namun, sejarah pertemuan kedua tim juga menunjukkan bahwa Singapura bukan lawan yang bisa dianggap ringan.
Dalam catatan keseluruhan 60 pertemuan lintas ajang, Indonesia mencatat 30 kemenangan, sementara Singapura mengoleksi 19 kemenangan. Sebanyak 11 pertandingan lainnya berakhir imbang.
Indonesia Belum Kalah dalam Tiga Pertemuan Terakhir
Salah satu modal Indonesia menjelang pertandingan kali ini adalah catatan dalam tiga pertemuan terakhir.
Skuad Garuda belum menelan kekalahan dari Singapura dalam tiga pertandingan terakhir yang semuanya berlangsung di Piala AFF.
Pertemuan paling anyar terjadi pada 7 Agustus 2026. Indonesia bertandang ke markas Singapura dalam fase grup Piala AFF 2026 dan harus puas bermain imbang 1-1.
Pada pertandingan tersebut, Ragnar Oratmangoen membawa Indonesia unggul lebih dahulu pada menit ke-47. Singapura kemudian menyamakan kedudukan melalui Ilhan Fandi pada menit ke-66.
Hasil imbang tersebut membuat kedua tim kembali berbagi poin. Bagi Indonesia, hasil itu sekaligus memperpanjang catatan tidak terkalahkan dalam tiga pertemuan terakhir menghadapi The Lions.
Sebelum hasil 1-1 tersebut, Indonesia dua kali berhadapan dengan Singapura pada Piala AFF 2020.
Pertemuan pertama berlangsung pada 22 Desember 2021. Kedua tim bermain imbang 1-1 dalam leg pertama semifinal.
Tiga hari berselang, Indonesia dan Singapura kembali bertemu pada leg kedua. Kali ini pertandingan berlangsung sengit hingga akhirnya skuad Garuda menang 4-2.
Dua hasil tersebut menjadi bagian penting dari perjalanan Indonesia di Piala AFF 2020.
Pernah Menang Tipis di Piala AFF
Selain dua pertandingan pada Piala AFF 2020, Indonesia juga memiliki catatan kemenangan atas Singapura pada edisi Piala AFF sebelumnya.
Pada Piala AFF 2016, Indonesia berhasil mengalahkan Singapura dengan skor 2-1.
Pertandingan yang berlangsung pada 25 November 2016 tersebut menjadi salah satu kemenangan penting Indonesia atas The Lions. Dua gol Indonesia dicetak Andik Vermansah dan Stefano Lilipaly setelah Singapura lebih dahulu membuka keunggulan melalui Khairul Amri.
Dua tahun sebelumnya, tepatnya pada Piala AFF 2018, situasinya berbeda. Singapura berhasil memenangkan pertandingan dengan skor tipis 1-0.
Hasil tersebut menunjukkan bagaimana persaingan kedua negara dalam beberapa edisi turnamen Asia Tenggara berlangsung cukup ketat.
Sebelumnya lagi, Indonesia berhasil meraih kemenangan 1-0 atas Singapura pada Piala AFF 2012.
Dengan demikian, dalam lima pertemuan terakhir, Indonesia mencatat dua kemenangan, dua hasil imbang, dan satu kekalahan.
Rekor tersebut memberikan gambaran bahwa kekuatan kedua tim cukup berimbang dalam sejumlah pertandingan terakhir, meskipun Indonesia memiliki keunggulan pada catatan pertemuan secara keseluruhan.
Rekap Lima Pertemuan Terakhir
Berikut lima pertemuan terakhir Timnas Indonesia melawan Singapura:
7 Agustus 2026 — Piala AFF 2026
Singapura 1-1 Indonesia
25 Desember 2021 — Piala AFF 2020
Indonesia 4-2 Singapura
22 Desember 2021 — Piala AFF 2020
Singapura 1-1 Indonesia
9 November 2018 — Piala AFF 2018
Singapura 1-0 Indonesia
25 November 2016 — Piala AFF 2016
Singapura 1-2 Indonesia
Dari lima pertandingan tersebut, Indonesia meraih dua kemenangan, dua hasil imbang, dan satu kekalahan.
Catatan itu menjadi modal historis bagi pasukan John Herdman. Namun, hasil pertandingan sebelumnya tentu tidak otomatis menentukan hasil duel berikutnya.
Singapura tetap memiliki peluang memberikan perlawanan, terlebih mereka mengetahui karakter permainan Indonesia dari pertemuan-pertemuan sebelumnya.
Rekor Keseluruhan Indonesia Lebih Unggul
Jika melihat sejarah pertemuan secara keseluruhan, persaingan Indonesia dan Singapura sudah berlangsung sangat panjang.
Kedua tim telah bertemu sebanyak 60 kali dalam berbagai ajang. Indonesia memenangkan 30 pertandingan, sedangkan Singapura meraih 19 kemenangan.
Sebanyak 11 laga lainnya berakhir imbang.
Dengan demikian, Indonesia memiliki jumlah kemenangan yang lebih banyak dalam sejarah pertemuan kedua negara.
Pertandingan pertama Indonesia dan Singapura di SUGBK tercatat berlangsung pada 21 Juni 1978 dalam ajang Jakarta Trophy. Pertandingan tersebut berakhir dengan skor 2-2.
Seiring perjalanan waktu, kedua negara kembali bertemu dalam berbagai kompetisi, mulai dari pertandingan persahabatan hingga turnamen regional.
Khusus pertandingan di SUGBK, Indonesia telah tujuh kali menjamu Singapura. Dari tujuh pertandingan tersebut, Indonesia meraih tiga kemenangan, dua hasil imbang, dan dua kekalahan.
Catatan tersebut menunjukkan bahwa bermain di Jakarta tidak selalu membuat Indonesia meraih kemenangan. Singapura juga pernah membawa pulang hasil positif dari stadion yang menjadi kandang Garuda.
Singapura Pernah Menyulitkan Indonesia
Meski Indonesia unggul secara statistik, sejarah juga mencatat sejumlah pertandingan ketika Singapura mampu memberikan tekanan besar.
Pada periode 2007 hingga 2009, Indonesia bahkan sempat mengalami beberapa hasil kurang menguntungkan ketika berhadapan dengan The Lions.
Singapura memenangkan sejumlah pertemuan pada periode tersebut, termasuk pertandingan Piala AFF 2008 dan laga persahabatan.
Pada Piala AFF 2008, Singapura menang 2-0 atas Indonesia. Setahun sebelumnya, Singapura juga mengalahkan Indonesia dengan skor 1-0 dalam pertandingan persahabatan.
Catatan tersebut memperlihatkan bahwa keunggulan rekor historis Indonesia tidak bisa dijadikan satu-satunya acuan.
Apalagi, Singapura memiliki pengalaman menghadapi Indonesia dalam pertandingan dengan tekanan tinggi. Karakter pertandingan kedua tim juga kerap berlangsung ketat dengan margin gol yang tipis.
Karena itu, skuad Garuda tetap perlu mempersiapkan pertandingan dengan serius.
Laga Pembuka FIFA ASEAN Cup 2026
Pertemuan di FIFA ASEAN Cup 2026 memiliki konteks yang berbeda. Indonesia bertindak sebagai tuan rumah dan akan mendapatkan dukungan langsung dari suporter di SUGBK.
Pertandingan dijadwalkan dimulai pukul 20.00 WIB pada Jumat, 25 September 2026.
Bagi Indonesia, laga tersebut bukan sekadar pertandingan untuk menambah catatan head to head. Hasil pertandingan akan menentukan langkah awal dalam persaingan Grup A.
Setelah menghadapi Singapura, Indonesia masih harus melawan Malaysia dan Bangladesh.
Karena itu, perolehan poin sejak pertandingan pertama menjadi bagian penting dari perjalanan Garuda di turnamen.
John Herdman tentu menyadari bahwa catatan historis tidak akan membantu apabila para pemain gagal menerjemahkannya menjadi performa di atas lapangan.
Indonesia harus tetap fokus terhadap permainan Singapura. Apalagi, pertemuan terakhir kedua tim pada Agustus lalu berakhir imbang 1-1.
Singapura telah menunjukkan bahwa mereka mampu membuat Indonesia kesulitan. Karena itu, pertandingan di SUGBK diperkirakan kembali menghadirkan persaingan ketat.
Statistik Bukan Jaminan Hasil Pertandingan
Rekor head to head memang memberikan gambaran mengenai sejarah persaingan kedua negara. Indonesia memiliki keunggulan dalam jumlah kemenangan, baik dalam catatan 33 pertemuan berdasarkan statistik Transfermarkt maupun dalam keseluruhan 60 pertandingan lintas ajang.
Namun, statistik masa lalu tidak secara otomatis menentukan hasil pertandingan yang akan dimainkan.
Kondisi pemain, strategi pelatih, kesiapan fisik, serta situasi pertandingan dapat memengaruhi jalannya duel.
Indonesia juga harus mengantisipasi kemungkinan Singapura bermain lebih bertahan dan mengandalkan serangan balik.
Sebaliknya, skuad Garuda perlu memanfaatkan dukungan publik SUGBK untuk membangun tekanan sejak awal pertandingan tanpa kehilangan keseimbangan permainan.
Pengalaman dari pertemuan terakhir bisa menjadi bahan evaluasi bagi Herdman. Hasil imbang 1-1 pada Agustus menunjukkan masih ada pekerjaan yang perlu diperbaiki Indonesia.
Dengan demikian, duel di FIFA ASEAN Cup 2026 menjadi kesempatan bagi kedua tim untuk kembali memperbarui catatan persaingan mereka.
Indonesia membawa modal berupa keunggulan sejarah dan catatan tidak terkalahkan dalam tiga pertemuan terakhir. Singapura datang dengan pengalaman bahwa mereka mampu memberikan perlawanan kepada Garuda.
Pertandingan di SUGBK akhirnya akan menjadi babak baru dalam sejarah panjang rivalitas Indonesia dan Singapura.
Secara keseluruhan, Indonesia unggul 30 kemenangan berbanding 19 milik Singapura dari 60 pertemuan, dengan 11 laga berakhir imbang. Sementara dalam lima pertemuan terakhir, Garuda mencatat dua kemenangan, dua hasil imbang, dan satu kekalahan.
Catatan tersebut menjadi latar belakang menarik menjelang pertandingan pembuka Grup A FIFA ASEAN Cup 2026. Namun, keputusan akhir tetap akan ditentukan oleh performa kedua tim selama 90 menit di SUGBK.
