FIFA ASEAN Cup 2026 resmi memulai perjalanan perdananya dengan seremoni pembukaan yang berlangsung meriah di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta, Jumat (25/9/2026) malam WIB.

Pembukaan turnamen sepak bola antarnegara Asia Tenggara tersebut dikemas dengan perpaduan budaya Indonesia, pertunjukan musik, teknologi produksi televisi, serta kemeriahan khas ajang olahraga internasional.

Di balik produksi seremoni tersebut terdapat Visual Indomedia Produksi (VIP), rumah produksi kreatif di bawah naungan EMTEK Group. VIP dipercaya menangani keseluruhan eksekusi panggung dan siaran untuk upacara pembukaan FIFA ASEAN Cup 2026.

Tugas tersebut menjadi bagian dari tanggung jawab besar EMTEK Media sebagai pemegang hak siar eksklusif FIFA ASEAN Cup 2026 di Indonesia. Selain menayangkan pertandingan, EMTEK Media juga mendapat mandat memproduksi seluruh pertandingan Premier Division yang berlangsung di Tanah Air, termasuk seremoni pembukaan dan penutupan turnamen.

Panggung Pembukaan Bernuansa Indonesia

Upacara pembukaan FIFA ASEAN Cup 2026 dirancang untuk memperkenalkan karakter Indonesia kepada penonton di dalam stadion maupun mereka yang menyaksikan melalui layar kaca.

Nuansa tradisional menjadi salah satu bagian penting dari pertunjukan. Musik tradisional Indonesia dipadukan dengan elemen modern sehingga menghasilkan pertunjukan yang tetap memiliki identitas lokal, tetapi dikemas dalam standar produksi acara olahraga internasional.

Dua penyanyi kenamaan Indonesia, Agnes Monica dan Isyana Sarasvati, turut tampil dalam rangkaian seremoni tersebut.

Kehadiran keduanya menambah semarak acara sebelum pertandingan perdana Grup A antara Timnas Indonesia dan Singapura dimulai.

Pertunjukan kemudian ditutup dengan pesta kembang api yang menghiasi langit di atas SUGBK. Momen tersebut menjadi penanda dimulainya FIFA ASEAN Cup 2026 secara resmi.

Turnamen ini menjadi edisi perdana kompetisi yang digelar FIFA khusus untuk mempertemukan negara-negara di kawasan Asia Tenggara serta sejumlah tim undangan.

VIP EMTEK di Balik Produksi Seremoni

Produksi acara pembukaan bukan pekerjaan sederhana. Selain harus memastikan pertunjukan berjalan sesuai konsep, tim produksi juga harus mengintegrasikan seluruh elemen acara dengan kebutuhan siaran televisi dan platform digital.

VIP EMTEK bertanggung jawab terhadap eksekusi produksi seremoni tersebut.

Pengalaman menangani produksi acara berskala besar menjadi salah satu modal yang dimiliki VIP. Rumah produksi tersebut sebelumnya telah menggarap berbagai konten, program televisi, acara live, web series, hingga seremoni dengan kebutuhan teknis kompleks.

Untuk FIFA ASEAN Cup 2026, kemampuan tersebut digunakan dalam sebuah acara yang tidak hanya ditujukan kepada penonton di SUGBK, tetapi juga kepada audiens di berbagai wilayah yang mengikuti turnamen melalui siaran.

Skala produksinya semakin besar karena EMTEK Media tidak hanya bertugas menyiarkan pertandingan untuk publik Indonesia. Produksi pertandingan Premier Division yang berlangsung di Indonesia juga akan didistribusikan ke negara-negara lain.

Standar Produksi FIFA

FIFA ASEAN Cup 2026 menjadi proyek khusus bagi EMTEK Media karena perusahaan tersebut tidak hanya berperan sebagai pemegang hak siar, tetapi juga memproduksi pertandingan yang berlangsung di Indonesia.

Sebelumnya, Direktur Utama EMTEK Media Sutanto Hartono menyampaikan bahwa produksi turnamen menggunakan standar FIFA. Salah satu aspek yang dipersiapkan adalah penggunaan 13 kamera untuk memberikan lebih banyak sudut pengambilan gambar selama pertandingan.

Teknologi tersebut diharapkan membuat penonton dapat mengikuti pertandingan dengan pengalaman visual yang lebih lengkap.

"Kami secara umum sudah siap," ujar Sutanto ketika menjelaskan kesiapan EMTEK Media menggarap FIFA ASEAN Cup 2026.

Standar produksi tersebut tidak hanya diterapkan untuk pertandingan. Seremoni pembukaan juga menjadi bagian penting dari keseluruhan paket siaran FIFA ASEAN Cup 2026.

Karena itu, koordinasi antara produksi acara, tim siaran, teknisi, hingga penyelenggara pertandingan menjadi faktor penting agar seluruh rangkaian berjalan tanpa gangguan.

Momen Unik di Tengah Seremoni

Selain pertunjukan musik dan kembang api, seremoni pembukaan juga menghadirkan sejumlah momen yang berbeda dari pertandingan sepak bola pada umumnya.

Salah satunya terjadi ketika seluruh pemain Indonesia dan Singapura berkumpul di tengah lapangan untuk mengikuti prosesi lagu kebangsaan.

Sebanyak 46 pemain, masing-masing 23 dari kedua negara, berdiri bersama di area tengah lapangan. Pemandangan tersebut menjadi salah satu bagian yang menarik perhatian sebelum pertandingan dimulai.

Prosesi penyerahan trofi juga melibatkan sejumlah mantan pemain dari negara peserta.

Indonesia diwakili Kurniawan Dwi Yulianto dan Ponaryo Astaman. Malaysia mengirim Safiq Rahim, sedangkan Singapura diwakili Baihakki Khaizan.

Trofi kemudian diserahkan kepada Ketua Umum PSSI Erick Thohir yang didampingi Sekretaris Jenderal FIFA Mattias Grafström.

Rangkaian tersebut menjadi bagian dari seremoni yang menandai dimulainya kompetisi baru di kawasan Asia Tenggara.

EMTEK Siapkan Tayangan untuk Penonton Indonesia

Peran EMTEK Media dalam FIFA ASEAN Cup 2026 tidak berhenti pada seremoni pembukaan.

Sebagai pemegang hak siar eksklusif di Indonesia, EMTEK Media menyiapkan distribusi pertandingan melalui sejumlah platform.

Khusus seluruh pertandingan Grup A yang melibatkan Timnas Indonesia, laga dapat disaksikan secara live dan simulcast melalui INDOSIAR, SCTV, Vidio, dan NEX.

Sementara itu, pertandingan Premier Division lainnya serta seluruh pertandingan Challenge Division tersedia melalui MOJI, Vidio, dan NEX.

Skema tersebut memberikan beberapa pilihan kepada masyarakat untuk mengikuti perjalanan turnamen.

Bagi penonton yang menggunakan Vidio, EMTEK Media juga menyiapkan pengalaman berbeda. Seluruh pertandingan Timnas Indonesia dijadwalkan tersedia dalam format 4K.

Penggunaan teknologi 4K menjadi salah satu langkah yang disiapkan untuk meningkatkan kualitas pengalaman menonton, terutama bagi suporter yang mengikuti pertandingan dari rumah.

Produksi 14 Pertandingan Premier Division

EMTEK Media akan memproduksi seluruh 14 pertandingan Premier Division yang digelar di Indonesia.

Artinya, tanggung jawab produksi mencakup pertandingan Grup A di Jakarta dan pertandingan Grup B yang berlangsung di Stadion Si Jalak Harupat, Bandung.

Selain pertandingan, Opening Ceremony dan Closing Ceremony FIFA ASEAN Cup 2026 juga masuk dalam cakupan produksi.

Seluruh materi tersebut nantinya dapat didistribusikan ke negara-negara lain sehingga produksi dari Indonesia menjadi bagian dari konsumsi siaran internasional turnamen.

Hal ini membuat FIFA ASEAN Cup 2026 menjadi proyek dengan cakupan yang lebih luas dibanding sekadar penyelenggaraan pertandingan untuk penonton lokal.

Pembukaan Menjadi Awal Perjalanan Turnamen

Seremoni pembukaan yang berlangsung di SUGBK akhirnya menjadi pengantar menuju pertandingan pertama FIFA ASEAN Cup 2026.

Tidak lama setelah rangkaian acara selesai, Timnas Indonesia langsung menjalani pertandingan melawan Singapura dalam laga Grup A.

Indonesia kemudian mengawali turnamen dengan kemenangan 2-0. Ragnar Oratmangoen membuka keunggulan sebelum Ole Romeny menambah gol melalui titik putih.

Kemenangan tersebut memberikan awal positif bagi skuad asuhan John Herdman di turnamen perdana FIFA ASEAN Cup.

Namun, di luar hasil pertandingan, pembukaan di SUGBK juga menunjukkan bagaimana ajang baru tersebut dikemas sebagai sebuah kompetisi internasional dengan produksi siaran yang disiapkan secara khusus.

Perpaduan budaya lokal, pertunjukan musik, teknologi produksi, serta distribusi melalui berbagai platform menjadi bagian dari upaya menghadirkan pengalaman yang lebih luas bagi penonton.

VIP EMTEK dan Tantangan Produksi Skala Internasional

Bagi VIP EMTEK, seremoni pembukaan FIFA ASEAN Cup 2026 menjadi salah satu proyek yang menuntut koordinasi dan ketelitian tinggi.

Acara harus berjalan tepat waktu karena berhubungan langsung dengan jadwal pertandingan. Pada saat yang sama, seluruh elemen pertunjukan harus mampu diterjemahkan ke dalam siaran televisi dan platform digital.

Tantangan tersebut semakin besar karena FIFA ASEAN Cup 2026 merupakan kompetisi perdana yang secara khusus berada di bawah FIFA.

EMTEK Media telah menyiapkan dukungan teknologi dengan standar produksi FIFA, termasuk penggunaan 13 kamera dalam pertandingan. Di sisi distribusi, sejumlah platform juga disiapkan agar masyarakat Indonesia dapat mengikuti turnamen secara luas.

Dengan pembukaan yang telah berlangsung di SUGBK, rangkaian FIFA ASEAN Cup 2026 kini resmi bergulir.

Pesta pembukaan yang dikemas VIP EMTEK menjadi pintu masuk bagi kompetisi baru tersebut, sementara pertandingan di lapangan akan menentukan siapa yang akhirnya mencatatkan sejarah sebagai juara pertama FIFA ASEAN Cup.